Ragam Keunikan Banjarbaru Street Art Festival 2025 (BSAF)
Banjarbaru, obrolanwarkop.com – Sabtu sore di Kalimantan terasa beda dari biasanya. Suasana semakin hidup dan ceria saat warga di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, memeriahkan Pekan Banjarbaru Street Art Festival (BSAF) yang tergelar untuk memperingati Hari Pahlawan. Ini bukan sekadar festival biasa, tapi sebuah perayaan di mana seni jalanan bertemu semangat komunitas, menyuguhkan harmoni dalam warna dan budaya.
Festival ini adalah babak pertama dari gelaran yang di inisiasi oleh Banjarbaru Emas Creative Centre (BECC) dan Kelurahan Syamsudin Noor dengan tema manis, “Dari Warga Untuk Warga.” Tema ini mengajak setiap elemen masyarakat untuk bersama-sama mewarnai jalanan dan ruang publik dengan kreativitas yang menyatukan. Bayangkan seperti lukisan kolosal yang di buat bukan oleh satu seniman saja, tapi oleh puluhan tangan yang punya cerita dan jiwa yang berbeda.
Pagi hingga sore, para peserta dari 17 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Landasan Ulin berbaris dalam parade yang tak hanya sekadar berjalan, tetapi juga mengekspresikan pesona budaya dan semangat masyarakat lewat karya seni yang hidup. Parade di mulai dari Ruang Terbuka Hijau Wella Mandiri dan berjalan menuju panggung utama di halaman kantor Kelurahan Syamsudin Noor. Sorak sorai warga yang antusias menyambut pertunjukan ini membuat atmosfir semakin lengkap dengan kegembiraan dan rasa bangga.
Dari Warga untuk Warga
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, hadir langsung dan menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya festival ini yang juga merupakan bagian dari program One Village One Product (OVOP). Baginya, BSAF bukan sekedar acara seni, tapi juga motor penggerak budaya lokal yang mampu mengangkat produk khas daerah. Hal itu dilakukan agar terkenal secara lebih luas, bahkan sampai ke tingkat global. Kini harapan besar di sematkan agar empat kecamatan lainnya di Banjarbaru meniru langkah ini, sehingga semangat inovasi dan kreativitas bisa merata.
Peserta festival datang dalam rupa dan cerita yang beragam. Ada Afrilia, seorang warga dari RT 15 RW 3, yang tampil memukau mengenakan kebaya Jawa. Dia berbagi tentang proses persiapannya yang singkat namun intens, menggabungkan tema perjuangan, budaya, dan persatuan dalam penampilannya. Bagi Afrilia, festival ini lebih dari sekedar hiburan; ini adalah momen refleksi dan pengikat tali persaudaraan antar warga dengan latar belakang beragam. Ia berharap festival ini menjadi tradisi tahunan yang terus mengobarkan semangat pahlawan dalam hati setiap warga.
Ribuan Warga Antusias
Sementara itu, Wiwin, peserta lain yang mengenakan kostum dokter, menyoroti betapa kekompakan dan partisipasi warga dari segala usia menjadi kunci kesuksesan festival ini. Menurutnya, persiapan hanya butuh satu minggu karena kalau terlalu lama, ide bisa hilang. Justru dengan persiapan singkat, seluruh warga mulai dari anak-anak hingga orang tua ikut andil aktif. Hal itu membuat suasana festival semakin hidup dan penuh energi.
Banjarbaru Street Art Festival 2025 memang tak hanya menjadi panggung showcase seni jalanan. Tapi juga simbol sinergi kuat antara budaya, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat. Setiap lukisan, parade, atau penampilan kostum di festival ini adalah cerminan jiwa warga. Mereka tak pernah lupa akar dan sejarah, namun tetap bergerak dinamis bersama zaman.
BSAF membuka ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan ekspresi mereka. Sekaligus memberikan ruang bagi warga lama untuk merayakan dan membagikan warisan budaya mereka. Festival ini mengingatkan kita bahwa kota adalah kanvas besar yang terus diwarnai oleh tangan dan jiwa setiap warga yang peduli.
Lihat juga berita pilihan editor ini: Indahnya Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

1 thought on “Ragam Keunikan Banjarbaru Street Art Festival 2025 (BSAF)”